News Update :
Home » » Pengakuan Sadis 3 Tersangka Pembunuh Eno Parihah

Pengakuan Sadis 3 Tersangka Pembunuh Eno Parihah

Penulis : Kwanyar News on Tuesday, May 17, 2016 | 3:42 AM


Eno Parihah Menolak Ajakan Mesuum Tersangka


Pengakuan RAM, tersangka pembunuhan Eno Parihah, 19 memang begitu mengejutkan. Sebelum membunuh korbannya dengan cara menancapkan gagang pacul ke alat vitaal korban, bocah yang masih 15 tahun itu sempat menciumi korbannya. Bahkan dia juga memukul kepala korban dengan pacul.

Selain RAM, pembunuhan itu terhadap Eno itu dibantu dua orang lainnya. Yakni IH dan RA.  Seperti diketahui, pembunuhan itu terjadi pada Kamis (12/5) sekitar pukul 23.30 Wib di kamar Eno Parihah di Mess PT Polita Global Mandiri di Kampung Jatimulya RT 01/RW 04, Desa Jatimulya, Kecamatan Kosambi, Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Saab itu, RAM dan Parihah sempat berciuman di kamar korban. RAM lantas meminta menyetubuhinya. Namun, Eno menolaknya dengan alasan takut hamil. RAM kesal kemudian keluar dari kamar Eno. Saat berada di luar, RAM bertemu dengan dua orang teman Eno, yakni IH dan RA.


Karena kesal tak mau diajak bercintaa RAM bersama dua temannya lantas menghabisi Eno. IH langsung menbekap wajah korban dengan bantal dan menyuruh RAM mencari pisau di dapur. Karena di dapur tidak ada pisau, selanjutnya tersangka keluar kamar dengan maksud mencari benda lain selain pisau.

Ia melihat pacul yang berada tidak jauh dari kamar korban. Tanpa pikir panjang, RAM mengambil cangkul tersebut dan kembali lagi ke kamar korban.

Saat tersangka sampai di dalam kamar dengan cangkul, Eno masih dibekap bantal oleh IH sedangkan, pelaku lainnya RA memegang kakinya. IH menyuruh RAM memukulkan cangkul tersebut ke arah Eno. RAM pun menurutinya.

Satu pukulan dengan cangkul mengena di kepala Eno. RAM berdalih sempat keluar kamar karena merasa tidak tega melihat kondisi korban.

Setelah korban tidak berdaya, kemudian RAM menyuruh RA untuk memegangi kaki korban sebelah kanan dan membukanya. Setelah kaki korban terbuka, RAM menancapkan gagang cangkul tersebut hingga Eno meninggal.
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. KWANYAR NEWS . All Rights Reserved.
Design Template by Kwanyar News | Support by creating website | Powered by Blogger