News Update :
Home » , , » Fenomena Blue Moon dan Hujan Meteor Delta

Fenomena Blue Moon dan Hujan Meteor Delta

Penulis : Kwanyar News on Saturday, August 1, 2015 | 1:32 AM

 

Gerhana Bulan Blue Moon Di Tahun 2015


Penghujung Juli 2015, warga dunia berkesempatan menikmati sajian fenomena alam istimewa di langit.

Warga dunia tidak hanya berpotensi menyaksikan fenomena langka blue moon 2015 saja. Sebab pada akhir Juli 2015 akan ada hujan meteor tahunan Delta Aquarid, dikutip National Geographic, Jumat 31 Juli 2015. Jadi dua fenomena itu akan saling 'adu kuat'  di langit

Untuk fenomena blue moon merupakan penampakan bulan purnama kedua dalam satu bulan kalender.

Pada tahun ini, blue moon tampil dua kali dalam sebulan pada Juli 2015. Sebelumnya bulan purnama muncul pada 2 Juli dan akan muncul lagi pada 31 Juli 2015.

Pada tahun ini merupakan penampilan blue moon sejak muncul terakhir pada Agustus 2012. Fenomena blue moon memang tergolong langka, sebab muncul dalam rentang 2,7 tahun sekali.

Untuk menyaksikan blue moon secara maksimal, pengamat bisa melihatnya saat bulan purnama 31 Juli naik di atas cakrawala bagian timur. Waktunya yaitu sesaat matahari terbenam pada 31 Juli 2015.

Sementara hujan meteor ini akan menjadi pemanasan sebelum datangnya hujan meteor ikonik Perseid pada pertengahan Agustus 2015.

Sedangkan untuk fenomena kedua, hujan meteor tersebut akan muncul deras mencapai puluhan meteor dalam satu jam. Tentunya penampilan blue moon disertai dengan hujan meteor akan menjadi sajian yang indah.


Disebutkan Delta Aquarid bisa disaksikan di ketinggian bagian selatan dari belahan bumi utara dan seluruh bagian dari belahan bumi selatan. Meteor tersebut akan muncul bersinar dari konstelasi Aquarius.

Untuk menyaksikan hujan meteor ini, disebutkan tak perlu teleskop khusus atau teropong. Anda cukup melihat saja di konstelasi Aquarius yaitu di sisi rendah sebelah tenggara usai pertengahan malam waktu setempat.

Seperti kebanyakan hujan meteor lainnya, hujan meteor Delta Aquarid disebabkan kerena bumi membanting ke dalam awan partikel seukuran butir pasir dari komet yang mengorbit. Komet yang dimaksud yaitu 96P/Machholz yang ditemukan astronom amatir pada 1986.

Partikel yang tak terhitung di jalur komet itu akhirnya membentuk gumpalan dan aliran yang mana dilewati bumi setiap tahun. Setiap partikel memasuki atmosfer bumi dengan kecepatan lebih dari 41,57 Km per jam.
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. KWANYAR NEWS . All Rights Reserved.
Design Template by Kwanyar News | Support by creating website | Powered by Blogger