News Update :
Home » » Efek Bahaya Melihat Gerhana Matahari Total Secara Langsung

Efek Bahaya Melihat Gerhana Matahari Total Secara Langsung

Penulis : Kwanyar News on Monday, March 7, 2016 | 5:59 AM

 

Gunakan Kacamata Untuk Melihat Gerhana Matahari Total


Tak ada yang salah melihat Gerhana Matahari Total 2016 (GMT) yang bakal berlangsung pada 9 Maret 2016 nanti. Namun ada baiknya menggunakan pelindung mata yang tepat sehingga dapat meminimalisir risiko gangguan penglihatan.

Seperti disampaikan dr Soefiandi Soedarman, SpM, ada satu penyakit yang dianggap berisiko saat kita melihat sinar matahari berlebihan yaitu solar retinopati. Namun kasus ini terbilang jarang terjadi karena mata memiliki sistem proteksi yang sangat baik.

"Mata kita memiliki sistem proteksi yang bagus, mulai dari kelopak mata, kornea (selaput bening), iris yang membesar mengecil sesuai intensitas cahaya yang masuk, lensa kemudian saraf mata atauretina‎ yang memberi sinyal sensasi ke otak misalnya terang, gelap, bangku dan sebagainya," katanya


Pada kasus Gerhana Matahari, risiko mata menerima cahaya yang besar akan semakin tinggi. Karena kalau siang hari kita melihat matahari, otomatis kita akan mengernyitkan mata. Begitu cahaya yang masuk terlalu terang, maka kelopak mata akan mengecil, diikuti dengan dengan iris atau kornea yang mengecil. Ini otomatis terjadi tanpa kita sadari dan memungkinkan cahaya yang masuk menembus saraf mata atau retina lebih sedikit.

Sedangkan saat Gerhana‎ Matahari, suasananya gelap. Mata kita yang seharusnya merespons sedikit cahaya jadi membuka selebar-lebarnya kelopak mata, begitupun dengan pupil yang membesar.

"Saat bulan mulai menutupi matahari, langit gelap. Jadi kelopak mata tidak menutup, iris terbuka selebar-lebarnya karena butuh cahaya. Dan ketika mata tidak memiliki proteksi tersebut, saat gerhana bergeser, sinar matahari itu sampai ke mata sehingga sering disebut gerhana bikin kebutaan," ujarnya.

Meski begitu, kata dia, kasus solar retinopati ini sangat jarang terjadi. "Dalam beberapa jurnal disebut penyakit ini sering terjadi pada orang yang menggunakan 'obat'‎. Dia jadi tidak sadar, fly, dan seolah melihat matahari itu nggak sadar," terang Soefiandi.

Jadi, sebenarnya melihat gerhana matahari itu aman. Hanya menurut Soefiandi, untuk mencegah solar retinopati ini sebaiknya menggunakan kacamata yang bisa melindungi mata dari dampak sinar UVA yang berbahaya. "Gunakan kacamata yang memiliki perlindungan 100-400 nanometer. Itu saja sudah aman, kok," pungkasnya.
Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

 
Company Info | Contact Us | Privacy policy | Term of use | Widget | Advertise with Us | Site map
Copyright © 2011. KWANYAR NEWS . All Rights Reserved.
Design Template by Kwanyar News | Support by creating website | Powered by Blogger